Cari Artikel

Loading...

Saturday, October 1, 2011

Perkebunan Karet Indonesia - Riwayatmu kini

Tanaman karet bukanlah tanaman asli Indonesia. Sejarah karet bermula ketika Christopher Columbus menemukan benua Amerika pada 1476. saat itu, Columbus tercengang melihat orang-orang Indian bermain bola dengan menggunakan suatu bahan yang dapat memantul bila dijatuhkan ke tanah. Bola tersebut terbuat dari campuran akar, kayu, dan rumput yang dicampur dengan suatu bahan (lateks) kemudian dipanaskan di atas api dan dibulatkan seperti bola.

Pada 1731, para ilmuwan mulai tertarik untuk menyelidiki bahan tersebut. Seorang ahli dari Perancis bernama Fresnau melaporkan bahwa banyak tanaman yang dapat menghasilkan lateks atau karet, diantaranya dari jenis Havea brasiliensis yang tumbuh di hutan Amazon di Brazil. Saat ini tanaman tersebut menjadi tanaman penghasil karet utama, dan sudah dibudidayakan di Asia Tenggara yang menjadi penghasil karet utama di dunia saat ini.

Di Indonesia, karet pernah sangat mendominasi perkebunan sejak jaman kolonial Belanda. Daerah Sumatera Timur dipilih sebagai daerah pengembangan tanaman karet karena tanah dan iklimnya yang sesuai. Hingga saat ini banyak perkebunan karet di daerah Sumatera Timur (Deli). Jauh sebelum tanaman kelapa sawit dikenal luas dan berkembang, tanaman karet sudah dibudidayakan secara luas dan terstruktur dalam bentuk perusahaan perkebunan.

Bagi Indonesia sendiri, tanaman karet memberi pengaruh besar terhadap perekonomian baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun sumber devisa. Terbukti pada tahun 1958 uang kertas Rp. 100,- tercantum gambar tanaman karet yang disadap. Hal tersebut menunjukkan bahwa karet memang sangat dihargai pada saat itu. Saat ini, meskipun relatif kurang berkembang dibanding komoditi lain terutama kelapa sawit, karet tetap memberi kontribusi signifikan dari sektor perkebunan. Semoga perkaretan Indonesia bangkit kembali dan menjadi yang terbaik di dunia. (dari berbagai sumber)

Monday, September 19, 2011

Sistem Sadap Baru Tanaman Karet : EXPEX-315

Sistem eksploitasi EXPEX-315 merupakan hasil penelitian dan kajian dari Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet yang sudah dipublikasikan dalam jurnal maupun media ilmiah lainnya. Berdasarkan publikasi-publikasi tersebut, EXPEX-315 dirancang untuk diterapkan di areal tanaman klon quick starter yang sudah memenuhi kriteria matang sadap dengan menggunakan irisan pendek 20 cm ke arah atas dan stimulan. Adapun contoh klon-klon quick starter antara lain : PB 235, PB 260, PB 280, PB 340, RRIM 712, IRR 1, IRR 2, IRR 3, IRR 4, IRR 5, IRR 6, IRR 7, IRR 8, IRR 10, IRR 103, IRR 104, IRR 105, IRR 106, IRR 107, IRR 109, IRR 110, IRR 111, IRR 112, IRR 117, IRR 118, IRR 119, dan IRR 120. 


Penerapan sistem eksploitasi EXPEX-315 menggunakan notasi sadap Sc20↑ d/3.ET2.5%.Pa0.5.9/y.9m/12(m). Penyadapan dilakukan dalam tiga periode, periode pertama menggunakan irisan pendek 20 cm ke arah atas (Sc20↑) selama lima tahun, aplikasi stimulan sejak awal buka sadap. Periode kedua tetap menggunakan irisan tetap Sc20↑ selama 5 tahun, sedangkan periode ketiga menggunakan sisa panel yang tersedia. Setiap periode dimulai dari 30 cm di atas pertautan okulasi. 

Penggambaran bidang sadap dibuat untuk periode pertama penyadapan (5 tahun) dengan panjang alur sadap 20 cm dan ketinggian 30 cm dari pertautan okulasi. Buka sadap dilakukan pada panel yang sudah digambar, arah irisan dari bawah ke atas menggunakan pisau sadap bawah (pisau tarik).


Tuesday, June 28, 2011

Budaya Merokok di Lingkungan Perkebunan


Mayoritas kita tentu setuju jika merokok lebih banyak membawa dampak negatif ketimbang positifnya. Oleh sebab itu, pemerintah dan lembaga-lembaga kesehatan sedang gencar-gencarnya untuk mengurangi kebiasaan merokok di Indonesia. Hampir semua tempat umum terpasang pengumuman “Dilarang Merokok”, di hotel-hotel, restoran, stasiu, sarana ibadah dan banyak tempet-tempat umum lainnya. Jika anda seorang perokok, sedikit banyak mungkin anda merasa disisihkan atau dipandang sebagai warga Negara  kelas dua.

Hal itu sering terjadi di kota-kota, tapi bila anda tinggal di lingkungan perkebunan, kejadiannya bisa terbalik. Merokok dalam budaya di sekitar perkebunan adalah hal yang lumrah dan manusiawi. Hampir 80% orang yang bekerja di perkebunan (terutama kaum pria) adalah perokok. Kebudayaan itu belum terkikis oleh peraturan-peraturan pemerintah dan pemda sebagaimana di kota-kota besar. Orang-orang yang tidak merokok umumnya para pimpinan kebun, entah untuk alasan kesehatan atau jaga wibawa karena pimpinan kebun yang tidak merokok umumnya akan bercerita panjang lebar tentang bahaya rokok melebihi dokter spesialis paru-paru.

Tapi tidak semua pimpinan kebun bersikap seperti itu, masih banyak juga yang tetap merokok walaupun biasanya pimpinan kebun paling tidak berumur separuh baya (45 tahun lebih), yang tidak merokok biasanya pernah terserang penyakit parah kemudian berhenti atau memang sejak awal tidak merokok. Di level pelaksana lapangan, merokok adalah simbol pergaulan, akan lebih cepat akrab bila ngobrol sambil merokok. Bila anda karyawan pimpinan baru, akan lebih mudah membaur dengan bawahan jika anda bercerita sambil merokok, karena jika anda merokok suasana lebih santai dan tidak terlihat formal. Bawahan akan sangat senang jika sekali-sekali atasannya meminta rokok sebatang darinya, besar kemungkian mereka akan melakukan apa yang diperintahkan dengan sebaik mungkin.

Banyak alasan mengapa para karyawan perkebunan cenderung merokok, dari sekedar pergaulan, mengusir nyamuk, atau memang benar-benar sudah kecanduan.  Tapi memang merokok di udara terbuka, di bawah keteduhan pepohonan bersama rekan-rekan sangat mengasyikkan, jauh dibanding merokok di dalam ruangan seperti di kantor-kantor. Jika anda seorang perokok dan berniat bekerja di perkebunan, tidak usah khawatir akan dikucilkan karena anda akan menemukan banyak teman. Yang perlu diperhatikan adalah jangan terlalu berlebihan, dan tetap diimbangi dengan usaha menjaga kesehatan lainnya.

Wednesday, April 13, 2011

Susahnya Kerja di Perkebunan (Part. III. Tempat Kerja berpindah-pindah)

Beberapa teman saya yang bekerja di perkebunan sering mengeluhkan lokasi tugas yang terus berpindah-pindah. Tidak sampai dua tahun bekerja di kebun A, terpaksa harus pindah ke kebun B. Memang di beberapa perkebunan yang punya banyak kebun, karyawan pimpinan (asisten divisi/afdeling ke atas) selalu dipindah. Banyak alasan mengapa setiap orang harus dipindah ke kebun lain:
  1. Untuk menghindari kejenuhan bagi karyawan bersangkutan sehingga mendapat suasana baru, untuk karyawan baru ditujukan untuk mengenal lebih banyak lokasi dan permasalahannya.
  2. Menghindari kemungkinan penyelewengan oleh karyawan bersangkutan karena semakin lama di suatu kebun, maka kemungkinan mengetahui peluang penyelewengan lebih besar.
  3. Promosi, karyawan yang mengalami promosi ke posisi yang lebih tinggi biasanya ditempatkan ke kebun lain dengan jabatan lebih tinggi.
  4. Punishment, karyawan yang melakukan kesalahan atau berprestasi buruk biasanya akan dipindah ke kebun yang jauh sebagai salah satu bentuk hukuman.
  5. Mengisi posisi kosong yang ditinggalkan karyawan sebelumnya.
  6. Dan alasan-alasan lainnya,
Orang-orang yang sudah berkecimpung di dunia perkebunan biasanya sudah terbiasa berpindah dari satu kebun ke kebun lainnya. Secara fisik tidak terdapat kesulitan dalam proses perpindahan karena sudah ada bagian yang mengurus secara detail hal tersebut, rumah, kendaraan angkutan, acara pisah sambut, semuanya sudah disiapkan. Pokoknya tinggal pindah, ditambah lagi biasanya setiap pindah ada tunjangan pindah di sebagian besar perusahaan. Lumayan...

Tapi hal yang terberat menyangkut psikologi, karena setiap pindah tentu membutuhkan penyesuaian lagi, kepada lingkungan, orang-orang, atasan, bawahan dan rekan kerja. Belum lagi di setiap kebun punya masalah yang berbeda dan penerimaan yang berbeda-beda. Tidak jarang di satu kebun seorang karyawan sangat berprestasi tapi setelah dipindah malah anjlok karena tidak cukup cepat beradaptasi. Bahkan beberapa orang yang pernah ngobrol dengan saya lebih memilih tidak membawa apa-apa ke kebun karena males repot kalo tiba-tiba dipindah.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Sahabat Blogger

Komentar Singkat


ShoutMix chat widget